About Us | Contact Us      

Publikasi

Photodivetrip sebagai penyusun ide, konsep kreatif, serta penerbit buku panduan wisata maupun profil daerah tujuan wisata dalam berbagai macam format.

Tangkap keindahan alam bawah laut Indonesia dan tuangkan ke dalam sebuah buku yang dapat dinikmati sepanjang masa. Bukukan pengalaman Anda dan berbagilah dengan yang lain. Photodivetrip dapat mewujudkan keinginan Anda tersebut. Kami akan membantu mengumpulkan foto-foto hasil perjalanan Anda, mengkurasikannya, menyusun manuscript, melakukan photo editing, hingga ke percetakan. Kontak kami untuk beberapa paket penerbitan yang menarik.

Berikut beberapa buku yang telah kami terbitkan:

  • Manado Bay
  • Parigi Moutong
  • The Underwater realm of Weh Island
  • BARU TERBIT : Underwater Maumere

    maumere_book
    instagram_maumere_new_release   Teluk Maumere di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur sejak dulu telah dikenal sebagai titik selam tertua di Flores yang menjadi tujuan wisata selam dunia. Dengan mengacu pada buku ilmiah identifikasi foto ikan ‘Indonesian Reef Fishes’ karya Rudie H Kuiter & Takamasa Tonozuka yang diterbitkan tahun 2001, sebagian besar foto biota yang ada didalam buku tersebut berasal dari Maumere. Salah satu ikan cardinal species baru dahulu diberikan nama Ostorhinchus franssedai. Setelah kejadian tsunami 1992 yang melanda Maumere, ada salah satu titik selam yang menjadi atraksi utama tujuan wisata, yang mungkin satusatunya di Indonesia, sebuah bekas patahan tsunami di kedalaman 10 – 16 meter yang kini ditumbuhi koral. Lokasi titik selam yang disebut dengan ‘The Crack’ ini berada di Pulau Babi yang dulunya menelan korban 400 jiwa penduduk pulau tersebut akibat tsunami. Kehidupan bawah laut yang sempat rusak, kini hidup kembali sehingga dapat mengundang para penyelam mulai dari pemula hingga profesional dan fotografer bawah laut dunia untuk datang menyaksikan dan mengabadikannya. Bekas patahan tsunami yang kini menjadi tujuan wisata selam hanya dimiliki oleh empat negara di dunia, Thailand, Maladewa, Sri Lanka, dan Maumere-Indonesia. Dalam upaya meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Maumere Kabupaten Sikka serta mendukung kegiatan promosi pariwisata Kabupaten Sikka, maka Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata meluncurkan Buku Underwater Maumere yang diterbitkan oleh Photodivetrip. Peluncuran pada hari Selasa, 14 Desember 2016 lalu bertempat di Toko Buku Kinokuniya Plaza Senayan Sogo Departement Store lantai 5 pada pukul 15:00 – 17:00 WIB. Acara ini akan dihadiri oleh Bupati Sikka Drs. Yoseph Ansar Rera, Ketua DPRD Rafael Raga dan Kepala Dinas Pariwisata Ken Didimus.  Bapak Prof. Dr. I Gede Pitana sebagai Deputi Bidang Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Republik Indonesia berhalangan hadir dan diwakili oleh Ibu Retno. Peluncuran Buku Cofee Table Book Underwater Maumere dalam format bahasa Inggris ini merupakan hasil karya para fotografer yang berpartisipasi dalam Kegiatan Kompetisi Fotografi Bawah Laut Internasional FESTIVAL TELUK MAUMERE 2016 yang telah diadakan pada 17 – 21 Agustus 2016 yang lalu. Buku ini memuat hasil foto bawah laut dari 39 orang terutama dari para peserta baik dalam maupun luar negeri yang memiliki prestasi dalam menjuarai kompetisi fotografi bawah laut dari manca negara, yang terdiri dari pasar Amerika & Eropa sebanyak 5 fotografer, pasar Asia Pasifik sebanyak 3 fotografer, pasar Asia Tenggara sebanyak 8 fotografer, pasar Nusantara sebanyak 14 fotografer ditambah foto-foto dari juri, contributor dan panitia yaitu : Arief Yudo Wibowo, Hendra Tan, Jilmi Astina, Jason Isley, Tobias Friedrich , Suhodo Kartarahardja, Niels Prinssen, Indra Prameswara, Eduardo Bernades, Denisse Sotomayor, Mike Mayslich, Nurul Yazid, Suzan Meldonian, Anne K Adijuwono, Eko Wahyudi, Melriansyah, Yuriko Chikuyama, Jason Suwandy, Edo Ang, Yunis Amu, Jeffry Takapente, Rivo Malonda, ShuShu Ricky Yeung, Vania Kam, Jevin Surjadi, Simon Chandra, Kua Kay Yaw, Nelson Ng, Sofi Aida Sugiharto, Hendri D Berri, Nurul Azlifah, Abdul Rahman Jamaludin, Irwin Ang, Randi Ang, Lilian Koh dan Bennedict Seah. Buku ini juga menampilkan foto pemenang Lomba Foto Rally Konservasi Bahari Maumere yang diikuti oleh banyak fotografer dari Maumere sendiri yaitu seperti Tribuana Wetangterah dan Valentino Luis dan peserta dari Kota Palu yaitu Slamet Riyadi. Buku ini juga merupakan buku pertama yang merangkum keindahan foto bawah laut hasil kompetisi di Maumere yang patut menjadi koleksi buku foto wisata bawah laut di Indonesia. Konsep dan ide pengembangan hasil dari kompetisi yang dikompilasi menjadi buku yang apik ini tak lain merupakan ide dari pasangan penyelam Jilmi Astina Anif dan Arief Yudo Wibowo yang menerbitkan buku-buku bertema foto bawah laut dan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Karya- karya yang diterbitkan antara lain The Underwater Realm of Manado Bay, The Underwater Realm of Weh Island yang juga kemudian diterbitkan dalam versi bahasa Indonesia dengan judul Pesona Bawah Laut Pulau Weh : Setelah Tsunami beberapa buku lainnya seperti Parigi Moutong Surga Bawah Laut di Zona Khatulistiwa , Potensi Bawah Laut Pulau Mahoro dan Wisata Budaya Asmat . Dalam buku Underwater Maumere yang telah diterbitkan, ditampilkan pula pesona keindahan Maumere mulai dari landscape wisata alam sampai dengan tujuan wisata budaya dan religi yang dimilikinya. Maumere begitu memukau dan menyimpan beragam eksotisme yang alami, foto-foto keindahan alam bawah laut nya seakan-akan mengajak kita untuk mengunjungi Maumere yang pernah begitu terkenal di tahun 70-an. Namun setelah musibah gempa tahun 1992, tidak banyak usaha wisata selam yang mampu bertahan dari usaha wisata selam di Maumere. Saat ini keindahan bawah laut lambat laun kembali pulih dan menarik untuk dikunjungi. Diharapkan dengan diluncurkannya buku Underwater Maumere, wisatawan dalam negeri dan luar negeri akan tertarik untuk berkunjung ke Maumere Kabupaten Sikka. Photodivetrip Publishing
  • (English) Amazing Video of Hammerhead School HD

    SERUAmazing 2 copy 1a

    Example: Sorry, this entry is only available in English.

  • KOMODO ISLAND – Adventure in the land of dragon HD

    photodivetrip-komodo,-batu-
      Komodo island of Flores, a legacy from the jurassic era that still exists until today. At least you can find two ancient habitats that exist on the island, coral reefs and the dragons. Spectacular beaches and crystal clear water, make the adventure in komodo will be memorable for anyone. Directed by KAUFIK ANRIL ANRIL.COM production
    In association with SAMSUNG INDONESIA GRAND KOMODO in conjunction with BELAJARDIVING.COM PHOTODIVETRIP.COM (C) ANRIL.COM 2015
  • Parigi Moutong – Surga Bawah Air Di Zona Khatulistiwa ( Video HD )

    parigi cover
    Video ini pertama kali ditayangkan pada peluncuran buku Parigi Moutong- Surga Dibawah Zona Khatulistiwa HELICAMINDO – Setiap jengkal wilayah Indonesia adalah indah. Parigi Moutong terletak di provinsi Sulawesi Tengah, di tepian teluk Tomini, teluk terluas kedua setelah teluk Cendrawasih di Papua. Kami menyebutnya ‘Surga Bawah Air di Zona Khatulistiwa’. Surga untuk para penyelam dengan airnya yang sangat jernih, habitat karang yang sehat berlimpah dihuni oleh pelbagai makhluk mikro sampai ikan besar serta mamalia besar seperti Whaleshark dan Pilot Whale. Film singkat ini dibuat oleh Anril.Com didukung langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong – Sulawesi Tengah. Film yang diproduseri oleh Photodivetrip ini sebagai komplemen dari sebuah buku dengan judul yang sama karya 3 fotografer Indonesia, yaitu Arief Yudo Wibowo, Jilmi Astina Anif, dan Hendra Tan.  – Kaufik Anril —- Every inch of Indonesian’s territory is beautiful. Parigi Moutong located in the province of Central Sulawesi, lies on the shores of the Gulf of Tomini, the second largest bay after Cendrawasih bay in Papua. We call ‘Underwater Paradise in Equatorial Zone’. Heaven for Scuba Diver with very clear water, abundant healthy coral habitat, inhabited by various micro organisms to large fish and large mammals such as Whaleshark and Pilot Whale. – Kaufik Anril
  • Dive Guide to Aceh – The underwater treasure of west Indonesia

    aceh cover
    Cover-Dive-guide-to-Aceh

    Cover-Dive-guide-to-Aceh

    Writer : Dina Rosita Photographer : Arief Yudo Wibowo, Hendra Tan, Ria Qorina Lubis, Edly Tahier, Ebram Harimurti, Gita Damarsandy Size: 18 x 25 cm (full colour) Pages : 80 Language: English Price : Rp- (Not for Sale)   Dive Guide to Aceh, The underwater treasure of west Indonesia, is your detailed diving guidebook to Aceh, the western most province of Indonesia. We want to show you the richness, beauty, and uniqueness of Aceh’s underwater realm. Weh Island, a small island at the tip of Aceh, has a unique underwater topography. Primeval volcanic eruptions left her slopes strewn with spectacular volcanic rocks that teem with marine life, found here in amazing diversity and abundance. In addition, giant gorgonian sea fans grow in lush fields across the underwater slopes and walls. Diving in Weh is not only about the bountiful marine life, but there are also wrecks that can be visited, as well as something very rare: underwater volcanic vents! Dive guide to Aceh presents the best dive sites of Weh Island, as wellas a practical guide to travelling there, with all the tips and local information you’ll need to make your trip a great one. This handbook comes with beautiful photographs of each dive site by some of the best underwater photographers in Indonesia, and includes the true story of the conservation hero who pioneered the development of underwater Aceh.
  • Buku Parigi Moutong : Surga Bawah Laut di Zona Khatulistiwa

    parigi cover
    PARIGI MOUTONG - SURGA BAWAH LAUT ZONA KHATULISTIWA

    PARIGI MOUTONG – SURGA BAWAH LAUT ZONA KHATULISTIWA

    Penulis: Jilmi Astina Anif, Arief Yudo Wibowo, Hendra Tan Ukuran: 18 x 25 cm (full colour) Jml hal: 80 Bahasa: Indonesia Harga: Rp- (Not for Sale)   Sebagai negara kepulauan, Indonesia telah terkenal di dunia sebagai negara dengan keindahanbawah laut yang menakjubkan. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang membentang dalam tiga zona waktu dan dilintasi garis khatulistiwa. Setiap pulau menawarkan keragaman dan pemandangan bawah laut yang unik dan belum banyak di eksplorasi. Bahkan, sebagian besar daerah di Indonesia ditetapkan oleh dunia internasional sebagai bagian dari segitiga terumbu karang dunia (World Coral Triangle) termasuk Teluk Tomini yang merupakan teluk terbesar kedua di Indonesia. Teluk Tomini memiliki kekayaan alam yang belum banyak di eksplorasi dari berbagai penjuru, salah satu wilayah kabupaten yang memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Sulawesi Tengah adalah Kabupaten Parigi Moutong. Parigi Moutong memiliki pemandangan bawah air yang indah dengan ekosistem terumbu karang yang eksotik di dalamnya menjadi salah satu kekayaan alam yang tak ternilai harganya.Untukmembagikan keindahan pemandangan serta keunikan kehidupan bawah laut di Parigi Moutong kepada khalayak, Arief Yudo Wibowo, Jilmi Astina Anif dan Hendra Tanmenyajikan buku berjudul Parigi Moutong Surga Bawah Laut Di Zona Khatulistiwa dengan dukungan pemerintah daerah kabupaten Parigi Moutong yang ditandai dengan sambutan Bupati Kabupaten Parigi Moutong H. Samsurizal Tombolotutu. Selain foto – foto dari tim penyusun buku, buku ini juga menampilkan foto hasil karya kontributor yang terlibat yaitu Dewi Wilaisono, Rully Nasution, Mohammad Reza Alatas, dan Adhi Perwira. Perhatian akan potensi bawah laut Parigi Moutong tertulis dalamsambutan dari Sekretaris Dewan Kelautan IndonesiaDr. Ir. Dedy H. Sutisna, MS . Pada bagian akhir buku ini terdapat informasi mengenai 6 destinasi wisata terbaik di Parigi Moutong. Parigi Moutong ternyata menyimpan potensi keanekaragaman hayati sangat menarik buktinya antara lain kepiting, udang, moluska, anthias, hawk fish, damselfish, dottyback, wrasse, anglerfish, sweetlips, blenny, gobi,dan clownfish Didalam buku ini juga menginformasikan panduan wisata Parigi Moutong.
  • The Underwater Realm of Weh Island

    Cover The Underwater Realm of Weh Island
    photodivetrip-WEH-ISLAND

    photodivetrip-WEH-ISLAND

    Penulis: Jilmi Astina Anif & Arief Yudo Wibowo Ukuran: 24 x 28 cm Jml hal: 128 (full colour) Bahasa: Inggris Harga: Rp500.000     Sinopsis: Indonesia sebagai negara kepulauan menyimpan begitu banyak keindahan, baik yang terletak di daratan maupun bawah airnya. Terbentang dari ujung barat hingga ujung timur, Indonesia memiliki kekayaan alam yang patut kita banggakan. Dimulai dari Aceh sebagai provinsi paling barat, di sinilah letak gerbang dimulainya keindahan alam Indonesia dan dunia bawah lautnya. Lebih tepatnya di Pulau Weh-Sabang yang merupakan pulau paling ujung Barat Indonesia. Di kota Sabang, Pulau Weh-Sabang inilah berdiri Tugu Titik Nol Km Indonesia, di sinilah perjalanan menjelajahi Indonesia dimulai.
  • (English) The Underwater Realm of Manado Bay

    Cover The Underwater Realm of Manado Bay
    Photodivetrip-The-underwater-realm-of-Menado-Bay

    Photodivetrip-The-underwater-realm-of-Menado-Bay

    Penulis: Jilmi Astina Anif & Arief Yudo Wibowo Ukuran: 14 x 22 cm Jml hal: 140 hlm (full colour) Bahasa: Inggris Harga: Rp500.000 Sinopsis: Globally-renowned for its vast underwater vistas and stunning marine biodiversity, the Indonesian archipelago, made up of over 17,000 islands stretching across three time zones, offers sports divers amazing and eternally-varied panoramas. In fact, it is estimated that the 110,000km of coastline bordering the shallow seas of the Sunda and Sahul tectonic plates contain the greatest amount of marine life to be found anywhere on the planet. Among the most favored sites for sports divers, Manado and Northern Sulawesi attract marine enthusiasts from around the world. Diving sites in Bitung, carefully maintained and protected by the Indonesian Government, offer unrivaled Neptunian vistas for the photographer. In this new coffee-table publication by the husband-and-wife team of Arief Yudo Wibowo and Jilmi Astina Anif, the two accomplished diver/photographers present an aesthetic experience of beauty and surprise, capturing with their cameras the unspoiled wonders of the shallow bay off Manado, one of the northernmost cities of the archipelago. Two years of preparation and effort, and a total of 378 dives, yielded a mass of photographic documentation, from which was distilled the photographs in this volume. In the words of the authors, “We want this book to serve as a reference for people diving in Manado Bay, and a documentation of the marine biota found on the 22 dive sites along its coast.” A brightly-colored, alien world shines through these pages, reminding us of the need to preserve and protect Indonesia’s marine wonders.
  • (English) Article Writing Contest Winner CNN Indonesia

    Manado Bay Trip Winner Announcement CNN Indonesia

    Example: Sorry, this entry is only available in English.


Top